Artikel Fadli Zon: KPK Jangan banyak Omong! Kalau Ada Korupsi, Tangkap!
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyayangkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi yang mengkritik terpilihnya Ketua DPR Setya Novanto. Menurut dia, harusnya KPK sebagai lembaga penegak hukum tidak perlu banyak bicara. Fadli menantang KPK untuk menangkap Setya jika dia memang terbukti melakukan korupsi. "KPK bukan lembaga pengamat. Kalau ada korupsi tangkap saja, KPK jangan banyak omong," kata dia di Jakarta, Sabtu (4/9/2014) malam. Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menyayangkan terpilihnya Setya karena ia pernah beberapakali diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan sejumlah kasus korupsi. KPK, kata Abraham, mendambakan ketua DPR yang bersih dari catatan dugaan korupsi. Abraham menyebut Setya berpotensi memiliki masalah hukum. "KPK jangan banyak bicara, tetapi banyak bekerja. Kalau cuma ngomong sepeti itu semua juga bisa. Kalau memang punya bukti, tangkap," tegas Fadli. Fadli yang juga terpilih menjadi Wakil Ketua DPR ini enggan menduga-duga apa motif KPK menyuarakan kritik kepada Setya. Sebelum terpilih sebagai pemimpin DPR, Setya sudah berkali-kali diperiksa KPK maupun bersaksi di pengadilan, bahkan ruang kerjanya di DPR pernah digeledah KPK.Ulasan Pribadi : Menurut pendapat saya , untuk memilih seorang pemimpin sebaiknya dilihat dulu dari latarbelakang yang dimilikinya , tidak memilih seorang pemimpin yang memiliki riwayat kasus , apalagi menyangkutkasus korupsi . Contohnya saja Ketua DPR Setya Novanto yang sebelumnya sudah pernah beberapa kali diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan sejumlah kasus korupsi dan bahkan ruang kerjanya di DPR sudah pernah digeledah oleh KPK . Namun apabila sudah terpilih sebagai pemimpin dan pemimpin tersebut sudah terbukti melanggar hukum di Indonesia menyangkut kasus korupsi , sebaiknya sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang sering disebut KPK bertindak cepat dan tegas , Jangan terlalu banyak bicara , tetapi banyakbekerja . Kalau memang sudah terbukti tangkap saja "seperti yang dibicarakan oleh Fadli Zon agar kasus yang terjadi segera terselesaikan .
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyayangkan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi yang mengkritik terpilihnya Ketua DPR Setya Novanto. Menurut dia, harusnya KPK sebagai lembaga penegak hukum tidak perlu banyak bicara. Fadli menantang KPK untuk menangkap Setya jika dia memang terbukti melakukan korupsi. "KPK bukan lembaga pengamat. Kalau ada korupsi tangkap saja, KPK jangan banyak omong," kata dia di Jakarta, Sabtu (4/9/2014) malam. Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad menyayangkan terpilihnya Setya karena ia pernah beberapakali diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan sejumlah kasus korupsi. KPK, kata Abraham, mendambakan ketua DPR yang bersih dari catatan dugaan korupsi. Abraham menyebut Setya berpotensi memiliki masalah hukum. "KPK jangan banyak bicara, tetapi banyak bekerja. Kalau cuma ngomong sepeti itu semua juga bisa. Kalau memang punya bukti, tangkap," tegas Fadli. Fadli yang juga terpilih menjadi Wakil Ketua DPR ini enggan menduga-duga apa motif KPK menyuarakan kritik kepada Setya. Sebelum terpilih sebagai pemimpin DPR, Setya sudah berkali-kali diperiksa KPK maupun bersaksi di pengadilan, bahkan ruang kerjanya di DPR pernah digeledah KPK.Ulasan Pribadi : Menurut pendapat saya , untuk memilih seorang pemimpin sebaiknya dilihat dulu dari latarbelakang yang dimilikinya , tidak memilih seorang pemimpin yang memiliki riwayat kasus , apalagi menyangkutkasus korupsi . Contohnya saja Ketua DPR Setya Novanto yang sebelumnya sudah pernah beberapa kali diperiksa sebagai saksi terkait penyidikan sejumlah kasus korupsi dan bahkan ruang kerjanya di DPR sudah pernah digeledah oleh KPK . Namun apabila sudah terpilih sebagai pemimpin dan pemimpin tersebut sudah terbukti melanggar hukum di Indonesia menyangkut kasus korupsi , sebaiknya sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang sering disebut KPK bertindak cepat dan tegas , Jangan terlalu banyak bicara , tetapi banyakbekerja . Kalau memang sudah terbukti tangkap saja "seperti yang dibicarakan oleh Fadli Zon agar kasus yang terjadi segera terselesaikan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar