Kamis, 27 November 2014

Masalah Kependudukan dan Masyarakat

“Penurunan Kemiskinan di Indonesia melambat , ketimpangan meningkat”

Sumber : The World Bank Jakarta , 23 September 2014
Meski penurunan kemiskinan di Indonesia terus melambat , tngkat penurunanya 0,7 persen untuk tahun2012-2013 (tngkat penurunan terkecil dalam satu decade terakhir) menurut Bank Dunia .
Ketmpangan juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir yang berpotensi menciptakan konflik sosial.Hal ini akan mengurangi manfaat dari tngginya pertumbuhan ekonomi beberapa tahun tyerakhir , pertumbuhan yang pada dasarnya mengurangi tngkat kemiskinan menjadai 11,3 % pada tahun 2014 , dibandingkan dengan 24% pada tahun 1999 /Menurut pendapat saya , tngkat penurunan kemiskinan yang terus melambat ini dikarenakan adanya beberapa factor yakni pendapatan yang belum mencukupi untuk kebutuhan sehar-hari , kurangnya lapangan pekerjaan yang membuat mereka kembali jatuh miskin , kurangnya layanan kesehatan ,  dan gizi buruk . Meningkatnya ketmpangan juga dapat membuat mereka yang miskin lebih sulit lagi untuk keluar dari kemisikinan . Dilihat dari status sosial , masyarakat miskin sangat rentan terkena penyakit , ini disebakan karena kurangnya fasilita layanan kesehatan yang belum merata , banyaknya anak-anak terkena gizi buruk , pendidikan yang seharusnya wajib didapatkan belumdiberikan secara merata dan meningkatkan pengangguran . Hal ini sangat berbanding terbalim dengan  masyarakat kelas atas yang memiliki fasilitas secara financial untuk memenuhi kebutuhannya .Sebenarnya , ketmpangan dan kemiskinan dapat dihindari . ada banyak cara untuk mengatasi kemiskinan dan mengurangi ketmpangan dengan membantu masyarakat miskin untuk menolong mereka sendiri , memberikan lapangan pekerjaan agar tngkat pengangguran di Indonesia semakin berkurang dan tngkat kemiskinan juga semakin berkurang , memberikan pendidikan dan akses yang layak untuk anak-anak diseluruh Indonesia agar mereka dapat memulai hidupnya secara adil dan perbaikan akses pangan dankesehatan .
Pengetasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan membutuhkan partisipasi semua puihak , bukan hhanya pemerintah pusat , tetapi juga pemerintah daerah , lembaga-lembaga riset , sector swasta dan lembaga swadaya masyarakat .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar