Kamis, 22 Januari 2015

Pengertian manusia sebagai makhluk sosial



           Selain menjadi makhluk individu, manusia juga menjadi makhluk sosial. Makhluk sosial ialah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri di dunia ini dan membutuhkan bantuan orang lain untuk terus hidup. Karena menjadi makhluk sosial manusia memiliki sifat suka bekerjasama dan bersaing . Apabila dalam bekerjasama dan bersaing manusia berlaku terbuka maka akan tercipta  harmoni sosial. Akan tetapi jika manusia bersaing secara tertutup maka bisa terjadi  konflik antar manusia. Sebagai makhluk sosial manusia merindukan suasana damai tetapi juga tak pernah terhindar dari konflik.

          Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a.  Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b.  Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
c.  Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d.  Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

Dampak Positif dan Negatif dalam penggunaan media sosial dikalangan masyarakat

Berbicara sosial media sekarang ini memang sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, hampir tiap individu menggunakan media sosial dari yang muda hingga yang tua baik untuk berbinis maupun hanya sebatas terhubung dengan teman. Dengan adanya sosial media memang sangatlah membantu kita dalam berhubungan dengan orang lain, baik teman maupun saudara. Namun di dalam kemudahan itu juga terdapat dampak positif serta negatifnya, berikut akan dijelaskan dampak yang terjadi dalam penggunaan media sosial. 


Dampak Positif dalam penggunaan media sosial

1 . Sebagai tempat promosi
Dengan banyaknya orang yang menggunakan jejaring sosial, membuka kesempatan kita untuk  mempromosikan produk/jasa yang kita tawarkan .

2. Ajang memperbanyak teman
Dapat menambah teman baru maupun relasi bisnis dengan mudah .

3. Sebagai media Komunikasi
Mempermudah komunikasi kita dengan orang-orang, baik dalam maupun luar negeri .

 4. Tempat mencari informasi
Banyak juga instansi pencari berita yang menggunakan media sosial sebagai media penyeberannya .

5. Tempat berbagi
Dengan fitur yanga ada pada media sosial kita dapat dengan mudah saling bertukar data baik berupa foto, dokumen, maupun pesan suara .



Dampak Negatif dalam penggunaan media sosial

1. Munculnya tindak kejahatan
Banyak juga orang yang menggunakan media sosial sebagai alat untuk melakukan kejahatan seperti : penculikan dan penipuan .
  
2. Menggangu hubungan antar pasangan 
media sosial juga dapat memicu kecemburuan antar pasangan jika memang pasangan itu berhubungan yang tidak wajar dengan orang lain

3. Menimbulkan sifat candu
media sosial juga dapat menimbulkan candu yang dapat mengakibatkan sifat penggunanya menjadi autis atau lebih menutup diri pada kehidupan sekitar


Seperti itulah dampak negatif dan positif dari penggunaan media sosial, tetapi semua kembali lagi kepada orang yang menggunakannya. Media sosial hanyalah alat pengubung dan kita selaku pengguna harus menggunakannya dengan baik dan bijak.



 









Senin, 12 Januari 2015

Faktor Psikologis



MASALAH SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis factor salah satu diantaranya adalah :
FAKTOR PSIKOLOGIS
Factor psikologis adalah Masalah sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan, disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.
Diantara contohnya seperti aliran sesat. Aliran sesat memang sudah banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang di tangkap dan di bubarkan tapi aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini .
Cara menghindarinya :
1.      Lebih mendekatkan diri dengan agama.
2.      Pererat hubungan dengan keluarga .
3.      Bertemanlah dengan orang orang baik dan tidak menjerumuskan anda kepada hal yang tidak baik.
4.      Tokoh agama memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam mengahadapi persoalan social.

Selasa, 02 Desember 2014

Masalah Sosial Yang Terjadi di Masyarakat

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.

Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

Masalah sosial dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : keharusan makan, kependudukan, mempertahankan diri, dll.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dll.

1.Masalah sosial yang berasal dari faktor ekonomis yaitu

1.1. Kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa menjamin hidupnya sendiri seperti orang lain pada umumnya.kemiskinan dapat diklasifikasikan dalam kehidupan masyarakat yang masih sederhana dan dalam masyrakat yang sudah tergolong komplek. Jadi ukuran keya atau miskin itu memang relatif tidak sama, tergantung pada siuasi dan kondisi masyarakat yang bersangkut. Yang jelas karena tidak adanya pemabgian kekayaan yang merata.

1.2. Pengangguran

Pengangguran adalah suatau keadaan dimana seseorang tidak mempunyai pekerjaan yang bia menjamin hidupnya sendiri.

2. Masalah sosial yang berasal dari faktor kebudayaan

Masalah sosial yang bersumber dai faktor kebudayaan biasanya yang paling menonjol bagi kehidupan manusia dalam masyarakat, yaitu jika manusia tidak mampu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan kebudayaan(cultural lag). Menurut DALDJUNI (1985), bahwa masalah sosial dapat bertalian dengan masalah alami ataupun masalah pribadi, maka ditunjau secara menyeluruh masalah sosial ternyata memiliki empey sumber penyebab, yaitu :
Faktor alam (ekologis – geografis), ini menyangkut gejala menipisnya sumberdaya alam.
Fattor biologis (dalm arti kependudukan), ini menyangkut bertambahnya umat manusia dengan pesat yang dirasakan secara nasional, regional, ataupun local.
Faktor budayawi, ini menimbulkan berbagai kegoncangan mental dan bertalian dengan aneka penyakit kejiwaan.
Faktor sosial, dalm arti berbagai kebijaksanaan ekonomi dan politik yang dikendalikan bagi masyarakat.
POKOK-POKOK MASALAH SOSIAL



3. Masalah sosial yang berasal dari faktor biologis

Masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis ini misalnya, masalah-masalah yang menyangkut kependudukan dan keharusan biologis lainnya.bebarapa faktor penyebab timbulnya masalah sosial yang bersumber dari faktor biologis :

3.1. Faktor Keharusan Makan

Untuk kenyataan kehidupan sehari-hari bahwa keharusan untuk makan ternyata besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan timbulnya masalah sosial.

3.2. Faktor Kependudukan

Faktor kependudukan menyangkut bertambahnya jumlah manusia pada lapangan kehidupan tetap.

3.3. Faktor bagi manusia untuk mempertahankan diri

Manusai pada umumnya ternyata tidak dapat dipisahkan dari faktor ini, senbab bagaimanapun alasannya, yang pasti sifat hakiki manusia adalah pertama kali memntingkan dirinya sendiri sebagai makhluk individu. Akan tetapi dilain pihak individu tidak akan dapat mempertahankan dirinya sendiri, maka dari itu dia bergaul, bergabung atu mebabentuk kelompok sosial sebagaimana makhluk sosial lain.

4. Masalah sosial yang berasal dari faktor psikologis

Masalah sosial bisa timbul oleh karena faktor psikologis, seperti kebingungan, disorganisasi, penyakit syaraf dan sebagainya. Dikatakan demikian oleh karena faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan manusia atau warga masyarakat tidak mampu untuk berpikir dan bertindak secara wajar.

Kamis, 27 November 2014

PUISI

Keras Batu Kehidupan

Hidup adalah perjuangan
Berjuang untuk menggapai impian
Kehidupan memanglah keras
Keras sekeras perjuangan
                                Kamu harus siap berjuang
                                Kamu harus siap menghadapi kerasnya kehidupan
                                Jangan ada kata untuk menyerah
                                Jangan ada kata untuk berhenti
Perjuangan yang tiada pernah berujung
Dengan semangat yang keras
Dengan kemauan yang keras
Kitakan bisa dapatkan
Kesuksesan yang kita harapkan

Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial dapat terjadi dimana saja, bukan hanya di negara kita Indonesia, tetapi juga di negara luar, bahkan yang paling menonjol adalah di Negara-negara maju. Kesenjangan sosial lahir dari sikap manusia yang tidak ingin kalah. Mereka yang tidak ingin tersaingi dan mereka yang menerima apa adanya orang-orang yang derajat kesosialannya lebih rendah dari kaum-kaum  yang memang derajat sosialnya lebih  tinggi .
Kemiskinan adalah penyebab utama terjadinya kesenjangan sosisal di masyarakat . Banyak orang yang menganggap bahwa kemiskinan adalah suatu suratan takdir atau mereka-mereka yang miskin karena malas , tidak kreatif dan tidak punya etos kerja . Inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut terperangkap kemiskinan .
Perangkap itu terdiri dari
1. Kemiskinan itu sendiri
2. Kelemahan fisik
3. Keterasingan atau kadar isolasi
4. Kerentaan
5. Ketidakberdayaan

Selama ini pengemis dianggap sebagai masalah sosial yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Pengemis dianggap sebagai orang yang harus diperbaiki dalam kehidupan sosial masyarakat. Tak heran pengemis dianggap sebagai manusia yang rendah dihadapan masyarakat yang lain, sehingga pada akhirnya pengemis  tereklusi dari kehidupan sosialnya.

Dan pada tugas kali ini saya akan mewawancarai salah satu pengemis yang berada di daerah depok , atau lebih tepatnya di dekat Stasiun Pondok Cina letak yang tidak jauh dari tempat saya berkuliah saat ini , sebut saja beliau pak Yono .
Awalnya beliau adalah seorang pedagang buah yang berjualan di sekitaran stasiun Pondok cina , namun karena adanya penggusuran lahan pada saat itu akhirnya mengharuskan beliau  untuk berhenti berdagang  dan beliau memutuskan untuk beralih profesi sebagai pengemis di stasiun Pondok Cina .
Sebenarnya dia ingin melanjutkan berdagang namun dia tidak sanggup membayar sewa nya dan tidak mempunyai modal .
Saat ini pak yono berumur 60tahun , dia mempunyai  istri dan 3 orang anak dan 15 cucu .
Kesehariannya ia lakukan demi untuk menyambung hidup keluarganya  .
Dari perkataan pak yono sejujurnya dia tidak ingin menjadi seorang pengemis namun keadaan lah yang membuat beliau menjadi seorang pengemis , penghasilannya pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya .
Beliau sudah menjadi pengemis selama 4 tahun .
Beliau mempunyai impian yang sangat sederhan sekali , yakni beliau ingin sehat selalu , mencari uang yang halal dan mendoakan orang banyak agar mendapatkan keberkahan . Sungguh mulia sekali keinginan pak yono dan beliau tetap tegar menghadapi cobaan yang dihadapi ..

Pendapat :
Menurut pendapat saya untuk mengatasi kesenjangan ekonomi harus ada special treatment (perlakuan istimewa) terhadap masyakarat bawah yang berprofesi usaha kecil dan mikro. Mereka harus diberi tempat berusaha yang strategis , mereka di bina , diberi modal untuk usaha dan dilakukan kontrol untuk secara rutin untuk mengetahui perkembangan usaha mereka
Karena itu, pemerintah diharapkan dapat mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi kesenjangan tersebut guna meredam potensi konflik yang ada di masyarakat.
Hal itu perlu disikapi karena dalam analisa yang lebih mendalam, tidak jarang kesenjangan tersebut muncul disebabkan adanya “peranan” pemerintah melalui pemberlakuan kebijakan yang kurang adil.

Faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk

PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk :
  • Kelahiran (fertilitas)
Kelahiran merupakan faktor alami, kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu.
Pengaruhnya :
Pencegahan pembuahan (kontrasepsi)
Tidakbisa punya anak (mandul)
Perubahan keadaan perkawinan (perceraian dll)
Pengguguran (aborsi).
  • Kematian (mortalitas)
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen atau berkurangnya penduduk pada suatu wilayah.
Pengaruhnya :
-          Faktor langsung (dari dalam)
Umur
Kecelakaan
Kekerasan
Bunuh diri
Penyakit.

-          Faktor tidak langsung (faktor dari luar)
Kedudukan sosial ekonomi
Kedudukan dalam perkawinan
Tekanan, baik psikis maupun fisik
Beban anak yang dilahirkan
Tingkat pencemaran lingkungan
Fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit.
Perpindahan (migrasi)

Migrasi merupakan faktor non alami, faktor yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu daerah. Migrasi (mobilitas) yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.

Pengaruhnya :
-          Banyak lahan tidak tergarap
-          Di pedesaan tenaga disektor pertanian berkurang
-          Produktivitas pertanian dapat menurun
-          Tenaga pendidik sebagai tenaga penggerak pembangunan berkurang.